Recent Posts

Follow us on Facebook

Download

Kehilangan Tas Andalan (Hampir)

Seperti biasa saya mencoba menuliskan pengalaman saya pada hari ini kepada teman-teman yang membaca artikel ini, kali ini saya akan menuliskan pengalaman saya ketika saya hampir saja kehilangan tas andalan saya. Saya sebut ini tas andalan bukan karena tas saya ini keren atau pun mahal namun karena ini adalah tas saya satu-satunya, hehe.. maklum lah belum sukses, jadi belum bisa membeli tas banyak-banyak.

Hari ini adalah hari pertama saya masuk kulih setelah satu bulan lebih kami libur semester di sertai libur Lebaran yang digabungkan menjadi satu paket, kayak makanan aja ya pake paket-paket segala. Karena masih hari pertama masuk kami menulis roster baru kami yang di tempelkan di dinding ruangan BAK, setelah memfoto rosternya tiba-tiba pak kamil datang dan mengatakan roster akan di update karena masalah tertentu, terpaksa saya harus kembali memfotonya lagi, setelah selesai memfoto kami langsung ke ruangan kelas kami yang sudah tertera di roster tesebut, namun ternyata dosen mata kuliah les pertama tidak masuk pada hari ini, terpaksa kami harus menunggu les ke dua pukul 7 malam , karena waktunya masih satu jam lebih lagi ahirnya salah satu kawan kami Jecky mengusulkan untuk makan bakso di dekat jembatan, nah disinilah awal dari kekonyolan yang saya lakukan.
Kami pergi ke warung bakso di samping jembatan dekat kampus kami STMIK Triguna Dharma, Setelah sampai di sana kami pun memesan 4 mangkok mie ayam bakso dan mengambil tempat duduk di bagian sudut ruangan dengan alasan karena dekat dengan kipas angin, maklum lah kalau makan bakso kami sering keringatan karena kepedasan ditambah lagi kepanasan.

Di situ memang saya akui baksonya rasanya enak, terutama kuah nya uhh,,, maknyosss, kalau anda tidak percaya silahkan aja datang ke sana, tempatnya tepat di pinggir jembatan dekat kampus STMIK Triguna Dharma Medan di dekat Simpang Pos. Karena rasa bakso yang enak inilah saya lupa segalanya, saat saya hendak ingin memulai memakan bakso yang sudah kami pesan saya membua tas saya dan meletakkannya di bawak kursi saya, bersandarkan dinding di samping saya. Sambil bercerita ria kami pun menyantap baksonya, rasanya sungguh luar biasa nikmatnya, saya tidak pernah menyesal datang dan makan disini walaupun pada ahirnya harus membayar juga 9 ribu, hehe,,, ya iya lah habis makan ya harus bayar , kalau mau ga bayar kita musti buka warung bakso sendiri,hehe...

Setelah selesai memakan bakso  kamipun langsung membayar pesanan kami masing masing, lalu kami pergi ke kos Rama karena watu masih banyak. Kami nongkrong di depan kos Rama sambil cerita-cerita. Rama masuk ke kosnya lalu aku Jeki dan Hendrik di teras saja bercerita, Rama menyuruh kami masuk namun kami berkata di luar saja karena ruangannya sudah penuh, maklum lah ada satu orang kawannya yang sedang di dalam yang ukuran badannya sangat gemuk sehingga ruangan pun menjdai sempit dan juga panas.

Setelah jam 7 kurang 10 menit kamipun memutuskan untung masuk ke kampus karena sesaat lagi akan masuk mata kuliah les kedua jam 7, namun Rama tidak masuk harin ini karena kawannya yang badannya kapasitas 4 orang itu mengajak dia ngejemb alias main studio band, kami pun ahirnya pergi hanya bertiga saja aku Jeki dan juga Hendrik, setelah sampai di ruangan kelas ternyata saya baru sadar kalai tas saya tidak ada lagi di punggung saya , saya menanyakan kepada teman saya tapi tidak ada yang tau, mereka malah tertawa melihat saya karena kecerobohan saya, masa tas sebesar itu bisa lupa tinggal di mana begitu besarnya, ahirnya saya mencoba mengingat, saya curiga tas nya tingaal antara di warung bakso dan di depan kos rama saat kami cerita-cerita, namun karena sudah jam masuk kulih terpaksa saya harus menunggu sampai jam pulang kuliah untuk mencari tas saya itu.
Saat belajar saya menjadi tidak fokus lagi, pikiran saya buka lagi ke materi pelajaran yang di terangkan dosen tapi malah lari ke tas saya itu, saya takut tasnya hilang karena itu adalah tas kesayangan saya, walaupun tidak bagus-bagus amat tapi tetap itu adalah tas kesayangan, lagi pula di dalamnya ada beberapa buku kesayangan saya juga dan juga modem ada didalamnya.

Setelah beberapa waktu ahirnya kami pulang kuliah, saya mengajak kawan saya jeki untuk mengawani saya mencari tas saya itu. awalnya kami ke kos rama terlebih dahulu, saat sampai dikosnya kami mencari tapi ternya tasnya tidak ada, kami menanyakan kepada orang-orang di situ tapi tidak ada yang tau.

Ahirnya kami memutuskan untuk melihat di warung baso tempat kami makan tadi, sesampai disana jeki langsung turun dan melihat kedalam warung bakso, namun dia tidak melihanya, saya coba masuk juga dan menanyakan kepada tukang warung bakso itu, dan ternyata tasnya ada sama dia , dia menaruh tas saya di depan, ahirnya tas saya dapat juga,Puji sukur saya panjatkan epada Tuhan karena tas saya kembali.

Dari kejadian ini saya menjadi sadar kalau kecerobohan itu masih ada didalam diri saya, masih sering lupa, saya sadar kalau saya tidak merubah kecerobahan ini saya susah untuk sukses, maka dari itu mulai hari ini saya akan berusaha untuk selalu teliti dengan barang-barang bawaan saya sebelum hal ini terulang kembali.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi teman-teman pembaca sekalian, sekian dan terimaksih...
 


Artikel lain : Sekolah tinggi bukanlah jalan menuju sukses!!
Sekolah tinggi bukanlah jalan menuju sukses !!

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ
Sekolah tinggi bukanlah jalan menuju sukses !!

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ
Sekolah tinggi bukanlah jalan menuju sukses !!

Copy the BEST Traders and Make Money (One Click) : http://ow.ly/KNICZ

Share :

Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "Kehilangan Tas Andalan (Hampir)"

Back To Top