Jumat pagi seperti biasa aku pulang dari kerja berboncengan dengan kawan satu kos saya Suprianto Tumanggor, betapa lelah rasanya semalaman bekerja di tambah lagi hujan membasahi kami, karna saya tidak membawa mantel hujan terpaksa hujan-hujan pun kami terobos untuk pulang ke kos karena perut pun sudah lapar, sampai di kos saya langsung mengganti baju saya yang basah di guyur hujaan , lalu segera makan.
Saya melihat handphone saya ada sebuah panggilan tak terjawab,karna saya tidak tau siapa saya abaikan saja, namun beberapa saat kemudian nomor itu memanggil lagi langsung saya angkat. Ternyata itu adalah ibu saya, karena beberapa saat lalu hp ibu saya hilang sehingga dia pun harus ganti nomor, saya menanyakan ada apa kepada ibu saya, lalu diapun menjawab "kami lagi di rumah sakit sembiring" dengan terkejut saya bertanya siapa yang sakit, ibu pun berkata "Reko tadi malam kecelakaan", mendengar itu aku terkejut, dan juga sedikit emosi, karena adik saya ini memang bandel, sering membawa keretenya dengan kencang di jalana, namun aku pun takut dia kenapa-napa.
Aku bertanya apanya yang sakit , ibu saya menjawab kakinya dan punggunggnya terluka. saya pun berkata kalau saya akan datang, ibu menyuruhku membawakan baju kemeja dan juga celana untuk Reko.
Beberapa saat kemudian saya pun langsung mendatangi mereka ke rumah sakit, sambil menyimpan rasa gelisah dalam hati, saya takut lukanya parah, di perjalanan pun saya terus berdoa supaya dia tidak terlalu parah. Sampai di rumah sakit sembiring saya memarkirkan kereta saya, tiba-tiba saya bertemu dengan kawan kerja saya , dia pun menanyakan siapa yang sakit ?? saya menjawab adik saya kecelakaan tadi malam , dia lanjut bertanya di mana ruangannya?? aku menjawab aku juga belum tau , karna aku baru tau tadi, saya balik bertanya kepadanya " kamu siapa yang sakit??" dia menjawab istrinya melahirkan lagi, saya berkata "oia selamat ya,,, ya udah saya masuk dulu ya".
Sungguh keadaan yang bertolak belakang di antara kami, dia yang sedang bersukacita karena kelahiran anaknya yang kedua, saya beduka karena adik saya kecelakaan, sungguh sangat bertolak belakang suasana hati kami pada hari ini, namun saya tidak akan mengeluh, saya yakin Tuhan itu maha adil.
Saya pun mencari ruangan tempat adik saya di rawat, kata ibu mereka ada di lantai 3 kamar F1, beberapa saat kemudian saya menemukan ruangannya, ternyata di situ sudah ada nenek bibik dan juga mak tengah saya, saya melihat adik saya sedang tidur ,setelah saya periksa saya sedikit lega melihat dia karena tidak terlalu parah seperti yang saya kawatirkan, saya menanya bagaimana keadaannya, ibu menjawab tempurung kakinya terluka karena ditabrak orang dari belakang.
Ternyata adik saya berboncengan dengan karan temannya ditabrak orang dari belakang saat dia hendak ingin berbelok ke rumah Embo kawan kampung kami, karena mereka tiba-tiba berbelok, orang dari belakang yang juga berboncengan dan sedang ngebut tiba-tiba menyerempet mereka dan kaki adik saya lah yang tepat di tabrak oleh mereka. yah... kalau sudah Tuhan berkehendak seperti ini siapapun tidak bisa menghindarinya.
Hanya satu yang saya harapkan pada hri ini, semoga adik saya cepat sembuh,dan kakinya bisa pulih normal kembali agar dia bisa sekolah lagi, dan semoga juga ini adalah yang terahir kalinya musibah menimpa keluarga kami. Saya yakin dibalik kesusahan ini ada kebaikan yang telah direncanakna oleh Tuhan kepada kami.
Sekian tulisan saya pada malam hari ini.
Ahir kata saya ucapkan terimaksih...

0 Komentar untuk "Kabar buruk di pagi yang lelah"